Solid Gold Berjangka - Pasangan AUD/USD terkoreksi tipis setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan pada perdagangan Senin. Meski mengalami tekanan, pasangan ini masih mampu bertahan di atas level psikologis 0,7000 sepanjang sesi Asia Senin (26/10), menunjukkan dolar Australia masih memiliki dukungan fundamental yang cukup kuat.
Aussie tetap ditopang meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia pada pertemuan November. Asisten Gubernur RBA Sarah Hunter menilai inflasi belum sepenuhnya terkendali dan membuka kemungkinan suku bunga perlu kembali dinaikkan jika tekanan harga dari luar negeri semakin mengakar dalam perekonomian domestik.
Di sisi lain, dolar AS masih kesulitan memperpanjang pemulihan dari level terendah tiga pekan. Harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah serta berlanjutnya penurunan yield obligasi pemerintah AS membatasi penguatan greenback dan secara tidak langsung membantu AUD/USD mempertahankan posisinya di atas 0,7000.
Investor kini menunggu data inflasi konsumen Australia serta hasil pertemuan FOMC pada Rabu untuk mendapatkan arah yang lebih jelas. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, sementara sinyal kebijakan dari Federal Reserve akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan dolar AS.
Fokus pasar selanjutnya juga tertuju pada data awal PDB AS kuartal ketiga dan indeks harga Personal Consumption Expenditures pada Kamis. Sementara itu, ketidakpastian geopolitik masih dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Secara teknikal, pergerakan AUD/USD di sekitar rata-rata pergerakan 100 hari menjadi area penting untuk menentukan apakah tren kenaikan jangka pendek dapat berlanjut. (srh)