Solid Gold Berjangka – Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (29/10) setelah pelaku pasar mencermati meningkatnya upaya diplomasi untuk mencegah dimulainya kembali serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran. Brent turun ke sekitar US$113 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran US$102 per barel.
Tekanan terhadap minyak muncul setelah laporan menyebut Wakil Presiden AS JD Vance melakukan komunikasi dengan Mohsen Rezaei, pejabat tinggi keamanan Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran masih memberikan ruang bagi jalur diplomasi, sementara Presiden Donald Trump mengakui pembicaraan dengan Iran terus berlangsung melalui perantara.
Meningkatnya aktivitas diplomasi memicu aksi ambil untung setelah Brent melonjak sekitar 10% sepanjang Oktober. Harapan terhadap deeskalasi membantu mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga minyak, meski pasar tetap waspada terhadap kemungkinan operasi militer baru setelah pemilu sela AS pada 3 November.
Dari sisi pasokan, kondisi pasar masih menunjukkan sinyal beragam. Ekspor minyak Arab Saudi tetap berada dekat level tertinggi selama konflik, sementara persediaan minyak mentah AS turun 1,9 juta barel pada pekan lalu ke level terendah sejak Juli. Ekspor minyak AS juga mencapai laju terkuat sejak Mei, sedangkan stok bensin di wilayah Midwest turun ke level terendah sepanjang sejarah.
Dalam jangka pendek, arah harga minyak masih akan sangat bergantung pada perkembangan hubungan AS–Iran. Kemajuan negosiasi berpotensi menekan premi risiko dan mendorong harga lebih rendah, sementara kegagalan diplomasi atau munculnya serangan baru dapat dengan cepat mengangkat kembali Brent dan WTI. (srh)